Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

TIPS ALAMI MENGATASI SAKIT KEPALA SEBELAH (MIGREN)


      


      Migren adalah sakit kepala intens yang dapat berlangsung selama beberapa jam bahkan berhari-hari. Migren merupakan kondisi yang sangat menyakitkan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala migren diantaranya adalah mual, muntah, atau sensitif terhadap cahaya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali hal apa saja yang menjadi pemicu migren. Jika dapat menemukan penyebab migren, maka akan lebih mudah untuk menghentikan atau menyembuhkannya.
Ada beberapa hal yang dapat memicu timbulnya migren diantraranya adalah makanan, zat aditif, perubahan hormon, stres, obat-obatan, suara keras, dan cahaya yang terang.
Oleh karena itu, kenalilah pemicu migren Anda dan hindari pemicu tersebut sebisa mungkin untuk mencegah migren muncul kembali.
Dalam artikel ini akan diulas mengenai tips untuk mengatasi migren dengan cara alami.

1. Chiropractic
Cobalah metode penyembuhan alternatif Chiropractic untuk mengatasi migren yang mungkin sering mengganggu aktivitas Anda.
Pengobatan chiropractic dapat membantu migren dengan cara meluruskan kembali tulang punggung dan leher, melepaskan tekanan pembuluh darah yang tegang, sehingga darah dapat kembali mengalir bebas pada tubuh dan sistem saraf.

2. Akupunktur 
Terapi akupunktur dapat meredakan migren dengan melepaskan penyumbatan energi dalam tubuh dan melancarkan kembali aliran darah, mengendurkan kembali pembuluh darah kecil yang menegang dan menjadi penyebab terjadinya migren.

3. Minum banyak air putih
Kurangi minuman bersoda, kopi, dan soft drink lainnya. Dianjurkan minum enam sampai delapan gelas air putih sehari.
Dengan banyak minum air putih maka dapat membantu tubuh membersihkan racun yang dapat menyebabkan migren.

4. Aromaterapi
Aromaterapi diyakini dapat membantu meringankan migren. Tambahkan beberapa tetes minyak aromaterapi lavender pada handuk kecil dan gunakan sebagai kompres di kepala, ini dapat meredakan sakit kepala akibat migren.

5. Teh Jahe
Pada saat mendapatkan serangan migren, minumlah teh jahe hangat yang dibuat dari jahe segar. Minuman herbal teh jahe hangat ini dapat meringankan sakit kepala atau migren.[]

Bumbata.co

Selasa, 07 Mei 2013

Sifat Narsis Adalah Gangguan Mental Kepribadian


    Narsisistik adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Sifat narsisistik ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisistik dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisistik memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia.  Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.



   Gangguan kepribadian narsisistik adalah gangguan mental di mana orang-orang memiliki perasaan ego yang tinggi dan kebutuhan yang mendalam akan kekaguman. Penderita narsistik percaya bahwa mereka lebih unggul daripada orang lain dan kurang memperhatikan perasaan orang lain. Tetapi di balik topeng tersebut terdapat harga diri yang rapuh, rentan terhadap kritik sedikit.
Gangguan kepribadian narsisistik adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan kepribadian. Gangguan kepribadian kondisi di mana orang-orang memiliki sifat-sifat yang menyebabkan mereka untuk merasakan dan berperilaku dalam cara-cara mengasingkan diri dari ruang sosial, membatasi kemampuan mereka untuk berhubungan dengan lingkungan lain di luar lingkungan mereka, seperti bekerja atau sekolah.

Gejala gangguan kepribadian narsistik meliputi :
·       Percaya bahwa lebih baik daripada yang lain.
·       Khayalan tentang kekuasaan, kesuksesan dan daya tarik.
·       Lebihkan prestasi atau bakat.
·       Terus-menerus mengharapkan pujian dan kekaguman.
·       Percaya bahwa penderita istimewa.
·       Gagal untuk mengenali emosi orang lain dan perasaan.
·       Mengharapkan orang lain untuk pergi bersama dengan ide-ide dan rencana penderita.
·       Mengambil keuntungan dari orang lain.
·       Mengekspresikan penghinaan bagi mereka yang merasa lebih rendah.
·       Menjadi iri terhadap orang lain.
·       Percaya bahwa orang lain iri.
·       Kesulitan menjaga hubungan yang sehat.
·       Menetapkan tujuan yang tidak realistis.
·       Menjadi mudah tersinggung dan ditolak.
·       Memiliki harga diri yang rapuh.
·       Keras hati atau emosional.

Meskipun gangguan kepribadian narsistik mungkin tampak seperti memiliki kepercayaan diri atau harga diri yang kuat, itu tidak sama. Gangguan kepribadian narsisistik melintasi batas normal kepercayaan dan harga diri dengan berpikir begitu tinggi dari diri sendiri. Sebaliknya, orang yang memiliki keyakinan yang sehat dan harga diri tidak menghargai diri mereka sendiri lebih dari mereka menghargai orang lain.
Bila seseorang memiliki gangguan kepribadian narsisistik, kemungkinan tampil sombong, sering memonopoli percakapan, meremehkan atau memandang rendah orang-orang yang dianggap lebih rendah, merasa paling berhak. Dan ketika tidak menerima perlakuan khusus yang dirasa berhak diperoleh penderita, penderita menjadi sangat tidak sabar atau marah. Penderita juga mencari orang lain yang dipikir memiliki bakat khusus yang sama, kekuasaan dan sifat – orang yang penderita lihat setara. Penderita mungkin berusaha keras untuk memiliki “yang terbaik” dari segala sesuatu – mobil terbaik, klub olahraga, perawatan medis atau lingkungan sosial, misalnya.
Tapi di balik semua “kemegahan” ini seringkali terdapat harga diri yang rapuh. Penderita kesulitan menangani apa pun yang dapat dianggap sebagai kritik. Jika penderita dikritik ia merasa malu dan terhina dan seolah rahasianya dibuka. Dan dalam rangka untuk membuat diri penderita merasa lebih baik, penderita biasanya bereaksi dengan marah atau penghinaan dan upaya untuk meremehkan orang lain untuk membuat diri tampak lebih baik.
Penyebab dari narsistik ini sampai kini belum diketahui. Seperti gangguan mental lain, penyebabnya mungkin kompleks. Bukti yang berkait adalah penyebab disfungsional di masa kanak-kanak, seperti memanjakan diri berlebihan, harapan yang sangat tinggi, penyalahgunaan atau kelalaian. Bukti lain menunjukkan genetika atau psychobiology – hubungan antara otak dan perilaku dan berpikir.




Pengobatan.
Pengobatan gangguan kepribadian narsisistik ini berpusat di sekitar psikoterapi. Tidak ada pengobatan khusus yang digunakan untuk mengobati gangguan kepribadian narsisistik. Namun, jika penderita mengalami gejala depresi, gelisah atau kondisi lain, obat-obatan seperti antidepresan atau obat anti-cemas, dapat membantu.

Jenis terapi yang dapat membantu untuk gangguan kepribadian narsistik meliputi :
·   Terapi perilaku kognitif. Secara umum, terapi perilaku kognitif membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan penderita, keyakinan dan perilaku negatif dan menggantikannya dengan sehat, positif.
·  Terapi keluarga biasanya membawa seluruh keluarga bersama-sama dalam sesi terapi. Penderita dan keluarganya menjelajahi konflik, komunikasi dan pemecahan masalah untuk membantu mengatasi masalah-masalah hubungan di antara mereka.
·    Terapi kelompok yang memungkinkan penderita bertemu dengan sekelompok orang dengan kondisi yang sama, dapat membantu dengan mengajar untuk berhubungan lebih baik dengan orang lain. Ini mungkin cara yang baik untuk belajar tentang sungguh-sungguh mendengarkan orang lain, belajar tentang perasaan mereka dan menawarkan dukungan.

Karena ciri-ciri kepribadian bisa sulit untuk mengubah, terapi dapat memakan waktu beberapa tahun. Tujuan psikoterapi jangka pendek adalah untuk mengatasi masalah-masalah seperti penggunaan narkoba, depresi, rendah diri atau malu. Tujuan jangka panjang adalah untuk membentuk kembali kepribadian penderita, setidaknya untuk beberapa perubahan kecil yang signifikan, sehingga penderita dapat mengubah pola berpikir yang mendistorsi citra diri dan menciptakan citra diri yang realistis. Psikoterapi juga dapat membantu penderita belajar untuk berhubungan lebih baik dengan orang lain sehingga hubungan lebih intim, menyenangkan dan bermanfaat. Hal ini dapat membantu penderita memahami penyebab emosi penderita dan apa yang mendorong penderita untuk bersaing, untuk tidak percaya orang lain dan mungkin untuk membenci diri sendiri dan orang lain.

Senin, 04 Februari 2013

PENYAKIT JANTUNG BISA DICEGAH KOK


Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di Amerika Serikat bagi pria dan wanita. Namun kardiolog Mayo CLinic mengungkapkan bahwa sebenarnya hampir 80 persen penyakit jantung bisa dicegah.

Dr Martha Grogam, editor medis di Mayo Clinic Healthy Heart for Life! menjelaskan beberapa tips untuk mencegah risiko penyakit jantung. Grogam menyarankan agar seseorang menambah gerakan fisiknya secara aktif selama 10 menit setiap hari. Hal ini karena gaya hidup menetap dan terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti halnya merokok.

Jika ingin jantung tetap sehat, sebaiknya Anda bergerak dari meja dan kursi Anda setiap hari. Entah untuk berbicara dengan rekan kerja atau berbicara di telepon.

"Bergerak selama 10 menit sehari bagi orang yang terbiasa duduk sepanjang hari bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen," ungkap Grogam, seperti dilansir oleh Third Age (01/02).

Kebanyakan orang juga terlalu banyak tidur sehingga berpengaruh buruk pada jantung mereka, ungkap Dr Virend Somers dari Mayo Clinic. Somers menjelaskan bahwa tidur adalah kebutuhan seperti halnya makan dan minum, bukan sebuah kemewahan.

Terlalu banyak tidur bisa meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan depresi. Jadi sebenarnya penyakit jantung masih bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup aktif setiap hari, menghilangkan kebiasaan merokok, dan mengurangi kebiasaan tidur yang berlebihan.



http://www.facebook.com/pages/Konsul-Dokter/388920459745?fref=ts

Rabu, 09 Januari 2013

EFEK SAMPING MENGEJUTKAN DARI ANTIBIOTIK



Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?
Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.
Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:
1. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.
2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.
6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian. (mer/ir)
***
Merry Wahyuningsih – detikHealth
health.detik.com/read/2010/09/17/075559/1442128/763/efek-samping-mengejutkan-dari-antibiotik

Minggu, 06 Januari 2013

Macam-Macam Gangguan pada Haid


Oleh: dr. Aniek Rachmawati
Permasalahan yang berhubungan dengan haid seringkali membuat kita, para wanita, cemas. Apakah haid kita normal, perlu pengobatan, atau bahkan merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk mengobati kecemasan ini, kita perlu sedikit mengenal seluk-beluk gangguan yang berhubungan dengan haid, atau tepatnya pendarahan pervaginam lainnya yang mungkin sedang kita alami.
Gangguan haid terbagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Gangguan ritme. Gangguan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu: gangguan yang sering terjadi (polimenorea), jarang terjadi (oligomenorea), terjadinya tidak teratur dan tidak terjadi haid sama sekali (amenorea).

2. Gangguan pendarahan. Gangguan ini terbagi menjadi beberapa macam juga, yaitu: sedikit pendarahan (hipomenorea), banyak pendarahan (hiperme¬norea), pendarahan yang terlalu lama (menoragia) dan pendarahan bercak (spotting). Timbulnya gangguan pendarahan menunjukkan adanya gangguan organik (anatomis) atau gangguan endokronologik (hormonal).
Klasifikasi Gangguan Haid
Gangguan haid dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:
A. Ditinjau dari banyaknya darah yang keluar:
1. Normal (2-5 pembalut per hari)
2. Hipermenorea/pendarahan banyak (>5 pembalut per hari)
3. Hipomenorea/pendarahan sedikit (< 2 pembalut per hari)
4. Spotting (bercak)
B. Ditinjau dari lamanya pendarahan:
1. Normal (selama 3-6 hari)
2. Menoragia (selama > 6 hari)
3. Brakimenorea (selama < 3 hari)
4. Premenstrual spotting
5. Pascamenstrual spotting
C. Ditinjau dari siklusnya:
1. Eumenorea/normal (setiap 25-31 hari sekali)
2. Polimenorea/terlalu sering (setiap < 25 hari sekali)
3. Oligomenorea/terlalu jarang (setiap > 31 hari sekali)
4. Amenorea/tidak ada pendarahan
5. Haid tidak teratur/pendarahan interval
6. Spotting pertengahan siklus
Dismenorea
Dismenorea adalah nyeri haid yang timbul menjelang atau selama haid. Dikatakan nyeri haid (dismenorea) bila nyeri yang ditimbulkan sampai membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri yang terjadi seringnya bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan dan mudah marah. Nyeri tersebut dirasakan oleh wanita pada bagian perut dan terasa sangat sakit (kolik).
Dismenorea dibagi dalam dua macam, yaitu: dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri yang muncul segera setelah menars (sejak pertama mengalami haid), sedangkan dismenorea sekunder nyeri yang muncul setelah beberapa bulan mengalami masa haid.
Penyebab:
Penyebab pasti dari dismenorea primer belum bisa diketahui. Akan tetapi, diduga faktor psikis dalam hal ini sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Dis¬menorea primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi. Pada fase sekresi dijumpai kadar prostaglandin yang tinggi dalam endometrium.
Faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya dismenorea sekunder adalah karena endome¬triosis (tumbuhnya jaringan endometrium di luar endometrium) dan infeksi kronik genitalia interna. Wanita yang mengalami endo¬metriosis biasanya sering merasakan nyeri ketika bersenggama dan buang air besar, bahkan biasanya juga sulit untuk mendapatkan anak (infertil). Kadang-kadang pada wanita ter¬tentu dijumpai endometriosis di paru, mata, dan di pusar. Setiap mengalami haid, wanita tersebut akan mengeluarkan darah dari paru-paru, mata atau dari pusar.
Diagnosis dapat dibuat dari keluhan-keluhan yang ada, yang mana biasanya selalu berhubungan dengan haid. Pada kasus dugaan terhadap endometriosis atau infeksi kronik diperlukan laparoskopi diagnostik.
Pengobatan:
Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi wanita yang terkena dimenorea, di antaranya:
1. Jika wanita tersebut mengalami kelainan organik maka cara pengobatannya adalah dengan menghilangkan kelainan organik tersebut terlebih dahulu, kemudian dilakukan pengobatan sesuai dengan kelainan organik yang ada.
2. Jika dimenorea terjadi pada wanita yang masih berusia muda maka pengobatan bisa dilakukan dengan obat-obatan spasmolitik atau anal¬gesik terlebih dahulu.
3. Jika wanita mengalami dismenorea primer, yang mana penyebabnya adalah karena kadar prostaglandin yang terlalu tinggi dan terjadi pada siklus haid yang berovulasi, maka pengobatannya adalah dengan antiprostaglandin dan terapi hormon progesteron untuk mencegah ovulasi sesuai dengan petunjuk dokter kandungan.
4. Jika wanita mengalami dismenorea sekunder, yang mana penyebabnya adalah karena endometriosis dan infeksi kronik, maka pengobatannya adalah dengan penyembuhan terhadap infeksi yang ada.
Sindrom Prahaid
Pada wanita usia reproduksi, tidak jarang ditemukan keluhan-¬keluhan sebelum haid. Keluhan-keluhan tersebut misalnya: mudah lelah, mudah marah (tersinggung), perasaan tertekan (depresi), sakit kepala (migren), mata berkunang-kunang, kaki bengkak, rasa tidak enak di perut, nyeri pada payudara.
Penyebab:
Penyebab dari kelainan ini belum diketahui secara pasti, masih berupa dugaan. Diduga kelainan ini disebabkan oleh meningkatnya hor¬mon prolaktin atau karena pengaruh hormon estrogen yang berlebihan.
Kelainan ini sering dijumpai pada wanita yang keadaan psikisnya labil dan postur tubuhnya kurus. Diagnosis terhadap kelainan ini dapat dilakukan dengan 2 cara:
(a) Dilihat dari keluhan yang timbul sejak 8-12 hari sebelum haid.
(b) Dengan pemeriksaan hormon prolaktin dan estrogen.
Pengobatan:
a. Untuk mencegah efek estrogen yang berlebihan bisa diberikan progesteron sesuai petunjuk dokter.
b. Pada kadar prolaktin yang tinggi bisa diberikan bromokriptin atas petunjuk dokter.
Pendarahan Uterus DisfungsionaI (PUD)
PUD adalah pendarahan uterus abnormal (jumlah, frekuensi, dan lamanya) yang terjadi baik di dalam maupun di luar siklus haid, yang semata-mata disebabkan oleh gangguan fungsional mekanisme kerja hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium tanpa ada kelainan organik alat reproduksi. PUD paling banyak dijumpai pada usia perimenars dan usia perimenopause.
PUD pada usia perimenars
Usia perimenars adalah usia sejak terjadinya menars hingga memasuki usia reproduksi, yang biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 tahun setelah menars dan ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, baik lama maupun jumlah darahnya. Gangguan haid yang terjadi pada usia ini tidak memerlukan pengobatan khusus, kecuali jika pendarahan tersebut sampai menyebabkan anemia atau sampai terjadi amenorea.
Penyebab:
Pada jenis kelainan ini, jarang sekali dijumpai kelainan organik. Yang paling mungkin menjadi penyebabnya adalah gangguan faktor pembekuan darah dan gangguan psikis.
Diagnostik:
Suhu basal badan atau pemeriksaan hormon FSH dan LH.
Pengobatan:
Perlu diketahui bahwa pada usia perimenars jarang terjadi ovu¬lasi. Jadi, siklus haidnya bersifat anovulatorik, yang mana hampir dapat dipastikan bahwa tanpa diobati pun ovulasi akan terjadi secara spontan.
Kapan pengobatan hormonal perlu dilakukan?
Pengobatan hormonal perlu dilakukan jika:
1. tidak dijumpai kelainan organik maupun kelainan darah,
2. gangguan yang terjadi sampai 6 bulan lamanya,
3. dua tahun setelah menars belum juga dijumpai siklus haid yang berovulasi,
4. pendarahan yang terjadi sampai membuat keadaan umum menjadi jelek.
Pengobatan:
Pengobatan untuk kelainan ini bisa dilakukan dengan terapi hormonal sesuai petunjuk dokter dan perlu pengawasan sampai 6 bulan lebih.
PUD pada usia perimenopause
Perimenopause adalah usia antara masa pramenopause dan pascamenopause, yaitu sekitar menopause (usia 40−52 tahun).
Jika ada seseorang yang mengalami pendarahan atau gangguan haid pada usia peri¬menopause, maka yang harus dicurigai adalah adanya keganasan uterus (rahim). Oleh karena itu, pada kasus seperti ini harus dilakukan tindakan dilatasi dan kuretase terlebih dahulu. Bila hasil pemeriksaan patologi anatomik menunjukkan adanya suatu hiperplasia endometrium (kistik/adenometosa), maka bisa dilakukan pengobatan hormonal terlebih dahulu sesuai anjuran dokter. Pengobatan pada umumnya berlangsung sampai 6 bulan. Setiap 3 bulan sekali harus dilakukan mikrokuret. Bila hasil mikrokuret tidak menunjukkan adanya perubahan terhadap pengobatan dengan hormon, maka lebih baik dianjurkan untuk melakukan histerektomi (pengangkatan rahim).
Hipermenorea
Hipermenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah banyak, berlangsung selama 6−7 hari, dan melakukan pergantian pembalut sebanyak 5−6 kali per hari yang setiap pembalutnya basah seluruhnya.
Penyebab:
• Bisa berupa kelainan pada uterus (rahim), seperti mioma (tumor), uterus hipoplasia, dan lain-lain; atau terdapat infeksi pada genitalia interna (organ reproduksi bagian dalam).
• Kelainan darah.
• Gangguan fungsional (ganguan endokrinologik/hormonal).
Diagnosis:
Pada setiap wanita yang berusia 35 tahun harus dilakukan kuretase diagnostik untuk menyingkirkan adanya keganasan.
Pengobatan:
Bila dijumpai kelainan organik, tentu dengan sendirinya penye¬babnya dapat dihilangkan. Pada kelainan hormonal dapat diberikan be¬berapa jenis terapi hormon, dan jika memungkinkan bisa dilakukan pemeriksaan hormon FSH, LH dan PRL.
Hipomenorea
Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit, melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari, dan berlangsung selama 1-2 hari saja.
Penyebab:
Penyebab kelainan ini adalah kekurangan hormon estrogen atau progesteron.
Pengobatan:
Bila siklus haid berovulasi maka tidak perlu dilakukan pengobatan apa pun. Metroragia Pendarahan yang terjadi pada seorang wanita yang tidak berhubungan dengan siklus haid.
Penyebabnya:
Penyebab pendarahan ini adalah kelainan organik atau kelainan endokrinologik.
Pengobatan:
Untuk kelainan yang sifatnya organik, pengobatannya sesuai dengan jenis penyebabnya. Jika terdapat kelainan hormonal, diberikan kombinasi estrogen dan progesteron dengan aturan sesuai petunjuk dokter. Menoragia Pendarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari (haid yang memanjang), dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak.
Penyebab:
Mirip dengan hipermenorea. Pengobatan: Sama dengan prinsip pengobatan pada hipermenorea.
Pendarahan Prahaid dan Pascahaid
a. Pendarahan Prahaid Pendarahan yang terjadi 3-4 hari sebelum haid, berupa pendarahan bercak (spotting).
Penyebab:
Penyebabnya diduga karena penurunan kadar estrogen prahaid. Dan perlu juga dicurigai adanya polip serviks, atau erosi porsio.
Pengobatan:
Ada beberapa cara pengobatan hormonal, yaitu dengan pemberian estrogen, progesteron, atau pil KB sesuai aturan dan pengawasan dokter.
b. Pendarahan Pascahaid Pendarahan ini biasanya berlangsung sampai 7 hari.
Penyebab:
Terjadi keterlambatan dalam pelepasan endometrium, atau ter¬dapat gangguan reepitelisasi (pembentukan kembali lapisan permukaan) endometrium. Dalam endometrium sering dijumpai adanya infiltrasi limfosit atau leukosit (sel-sel darah putih).
Diagnosis:
Vaginal sitologi, histologi endometrium atau pemeriksaan hor¬monal dengan cara RIA. Pada wanita usia di atas 35 tahun perlu dilakukan dilatasi dan kuretase bertingkat untuk menyingkirkan keganasan. Untuk mengetahui berbagai jenis kelainan organik dan ciri-cirinya secara khusus, insya Alloh akan kita bahas pada edisi berikutnya.
Referensi:
ENDOKRINOLOGI GINEKOLOGI, Dr. Med Ali Baziad (Sub Bagian Endokrinologi Reproduksi Bagian Obstetri Ginekologi FKUI) dan dr. Zain Alkaff (Sub Bagian Endokrinologi Reproduksi Bagian Obstetri Ginekologi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta), Kelompok Studi Endokrinologi Reproduksi Indonesia, Jakarta: 1993